Wikipedia

Hasil penelusuran

..

PROFESOR BENCANA DI TENGAH DUKA SULTENG

By On Selasa, Oktober 02, 2018

Selasa, Oktober 02, 2018

Prof.DR.dr. Idrus Paturusi, SpB, Sp.OT
Sumber Foto : Facebook/Idrus paturusi
02 Oktober 2018 - Sahirsabile.com

Bencana Gempa 7.4 SR yang diikuti Gelombang Tsunami pada beberapa tempat di Sulteng menyisakan duka bagi anak negeri. Keberadaan para relawan termasuk pelayan kesehatan begitu penting untuk penanganan korban di lokasi bencana.

Adalah Idrus Paturusi, pria kelahiran 31 Agustus 1950 yang dikenal dengan jiwa kepekaan sosial tinggi itu selalu saja hadir sebagai penyejuk di tengah duka bencana. Tidak hanya di Sulteng, dokter ahli bedah tulang Universitas Hasanuddin ini selalu meluangkan waktu pada beberapa titik bencana. Bukan hanya di tanah air  tapi kehadiran beliau sebagai pelayan medis di beberapa negara menjadi hal yang biasa.

Lebih dari 20 tahun terakhir ini, Mantan Dekan Fak. Kedokteran Unhas ini seolah tak mengenal lelah dalam menambatkan jiwa raganya dalam hal kemanusiaan. Beberapa medan bencana telah menjadi tempat aksi kemanusiaanya. Setidaknya tercatat beberapa daerah terisolasi akibat gempa, tsunami dan banjir seperti di Flores, Papua, Maluku, Makassar, Bengkulu, Aceh, Sumut bahkan sampai ke luar negeri di Afganistan, Pakistan, dan Iran pernah dijadikan tempat pengabdiannya.

Saya benar benar salut dengan agresifitas sang PROFESOR BENCANA, julukan yang selalu melekat dengannya saat bergelut dengan korban bencana. Kepeduliannya  bukan hanya di tengah bencana alam. Konflik kekerasan pun ternyata tidak menciutkan nyalinya untuk terjun ke medan ekstrim yang berbahaya. Konflik di Ambon, Poso, dan Maluku Utara sepanjang 1999–2000 tak ketinggalan mengambil bagian untuk memberi sumbangsih pelayanan medis bagi korban yg berjatuhan.

Sederet penghargaan telah dianugerahkan kepada beliau seperti halnya UNHCR, pemerintah Iran, Presiden RI sebagai Koordinator Tim Medis Indonesia untuk bencana Iran dan sederet penghargaan lainnya bukanlah menjadi alasan untuk berhenti mengabdi dalam urusan kemanusiaan.

68 tahun tentu bukan lagi usia yg produktif, namun semangat kepedulian sosial sang Profesor penerima  anugerah Hiroshima University itu tetap menggelora untuk urusan kemanusiaan. Menyandang gelar Professor baginya bukan sebuah identitas legal semata, tapi lebih pada pembuktian bahwa pengabdian adalah segalanya untuk setiap raga yang membutuhkan.

Hari ini mantan Rektor Unhas dua periode itu kembali terpanggil dengan keteguhan hati dan niat suci untuk selalu ada di tengah saudara-saudara kita di Sulteng yang senantiasa membutuhkan bantuan pelayanan medis.

Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan kesehatan dan keselamatan untuk kita semua.
Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

Selamat Mengabdi,
Prof.DR.dr. Idrus Paturusi, SpB, Sp.OT dan Team.

Semoga semangat jiwa sosialmu bisa diteladani oleh anak muda sok keren seperti saya 😊

Hormat Saya,

Sahir Sabile.


Sumber Video : dr. Hizbullah Amin, Sp.An(K)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »