Bagi insan akademisi entah dosen atau mahasiswa pasti bersentuhan
dengan yang namanya jurnal serta buku teks (text book). Dalam bertutur
ilmiah, seorang akademisi memerlukan data atau acuan yang valid dan
terbukti sah menurut metode ilmiah. Ya, tentu saja ini bukan monopoli
insan akademisi. Bahkan, seorang politisi, pengamat, hingga masyarakat
seyogyanya memiliki data yang benar dan tepat ketika berargumentasi.
Meski demikian, ada satu kendala yang sering dialami kita khususnya
yang masih hidup di bumi Indonesia. Apa itu? Keterbatasan akses. Selain
biaya, tak semua perguruan tinggi di Indonesia berlangganan jurnal.
Untungnya, beberapa waktu lalu dikti melaunching program portal
e-jurnal. Setiap perguruan tinggi yang sudah memiliki proxy bisa
mendaftarkan ke dikti untuk kemudian memiliki akses jurnal internasional
yang sengaja dilanggan kemdikbud (info selengkapnya bisa dibaca di SIM-Litabmas
Penyediaan layanan unduh jurnal tersebut tidak serta merta menyelesaikan
masalah. Pasalnya, tidak semua universitas di Indonesia memiliki proxy
sendiri. Pun, tidak semua jurnal yang dibutuhkan oleh mahasiswa maupun
dosen bisa diakses gratis melalui layanan dikti tersebut. Oleh sebab
itu, ada beberapa teknik yang bisa digunakan sehingga kita tetap bisa
mendapatkan jurnal atau buku yang diharapkan.
Apa saja tekniknya?
1. Gunakan ekstensi filetype:pdf
Jika tidak mau susah mencari jurnal, buku, bahkan makalah untuk tema
tertentu; maka lebih baik langsung mencari file yang dimaksud dengan
menambahkan ekstensi filetype:pdf atau sejenisnya.
Misal, jika mencari buku, jurnal, atau makalah tentang “fitokimia” maka kita ketikan di kotak mesin pencari seperti google: fitokimia filetype:pdf Setelah dirunning, maka mesin akan mencari file entah buku, makalah,
atau jurnal yang memiliki judul fitokimia dengan ekstensi file berupa
pdf. Ekstensi pdf tersebut bisa diubah dengan ekstensi file lain
sebagaimana kita inginkan, seperti doc untuk mencari dokumen yang
berjenis microsoft word, ppt untuk mencari dokumen berjenis microsoft
power point, dan sebagainya. Mudah, bukan?
2. Mencari di Google Cendekia (Google Scholar)
Jika menginginkan hasil pencarian yang presisinya baik, dalam arti bukan
‘cuman’ tulisan abal-abal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan isinya
maka gunakanlah google Cendekia. Sederhananya, google cendekia ini mirip
dengan google search engine namun hasil pencariannya sudah diseleksi sehingga sebagian
besar merujuk pada sumber-sumber terpercaya semisal jurnal, web site
pemerintah, institusi pendidikan dan sejenisnya yang isinya mendekati
valid. Pada teknik pencarian menggunakan ekstensi file pdf bisa digabung dengan teknik
kedua ini sehingga pencarian langsung kepada file yang bisa diunduh langsung
dengan jenis pdf.
3. Akses jurnal melalui ScienceHub
ScienceHub adalah web proxy yang akan men-redirect kita ke halaman jurnal
yang diinginkan dengan institutional login melalui universitas yang
berlangganan jurnal tersebut. Kita bisa mengunduh jurnal berbayar dari
situs ini dengan mengcopy-pastekan link download jurnal yang
kita inginkan.
4. Akses jurnal maupun ebook via Library Genesis
Dengan mengakses web ini Library Genesis, kita bisa download majalah dan berbagai artikel ilmiah.
5. Unduh jurnal di Open Access DOAJ- http://doaj.org atau http://intechopen.com
DOAJ maupun inTechOpen adalah kumpulan jurnal-jurnal open access dalam
berbagai bidang. Caranya, ketik saja jurnal yang ingin dicari lalu web
akan me-redirect ke laman jurnal yang menyediakan gratis.
Silahkan dicoba.
Sumber : https://hardianimalscience.wordpress.com
