Abstrak
Indonesia memiliki banyak plasma nutfah berupa tanaman yang
berpotensi untuk difungsikan sebagai bahan pakan ternak baik yang
diposisikan sebagai bahan pakan utama ataupun suplemen dengan tujuan
tertentu. Tanaman katuk (Sauropus androgynus) dalam beragam bentuk dan
formulasi telah disuplementasikan untuk meningkatkan status reproduksi
ternak. Sedangkan jantung pisang telah lama dipergunakan oleh beberapa
kalangan masyarakat guna memperbaiki status reproduksi. Pada penelitian
ini beberapa bagian tanaman katuk dan beberapa jenis jantung pisang
diuji kandungan senyawa steroidnya
(skrining) menggunakan metode Simes
et al. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman katuk positif
mengandung senyawa metabolit steroid (+) baik dari bagian daun (+),
batang (+) serta campuran daun dan batang (+). Sedangkan jantung pisang
raja, srindit, batu dan jantan seluruhnya negatif mengandung senyawa
metabolit steroid (-). Dari hasil skrining fitokimia dapat disimpulkan
bahwa tanaman katuk mengandung senyawa metabolit steroid yang berperan
penting pada biosintesa hormon steroid ternak betina sedangkan jantung
pisang tidak mengandung senyawa metabolit steroid.
Kata Kunci
jantung pisang; katuk; senyawa metabolit steroid dan skrining fitokimia
Sumber : http://jpi.faterna.unand.ac.id
Sumber : http://jpi.faterna.unand.ac.id

